Kajian Bangunan Bagi Sadap Proporsional Bentuk Numbak di Laboratorium

- Subari, Indri S. Setianingwulan, Bambang Misgiyanta
*

Sari


Sebagian besar penggunaan bangunan bagi dan atau sadap di lapangan dilengkapi dengan pintu pembagi dan pengatur, sebagian lagi menggunakan pintu pembagi yang sekaligus sebagai pengukur. Jika tidak, maka bangunan ini akan dilengkapi dengan bangunan ukur di belakangnya. Akan tetapi kondisi bangunan irigasi yang ada saat ini sebagian besar dalam kondisi rusak, terutama bangunan pengatur, pembagi dan pengukurnya, maka skalian untuk menggantinya dibuat bangunan bagi yang dapat membagi debit secara proporsional. Selain itu, untuk daerah yang terpencil dan sangat jauh dari jangkauan petugas pengatur air, bangunan bagi sadap proporsional ini sangat membantu operasi pembagian air irigasi. Tata letak dari bangunan bagi sadap ini bisa dibuat 2 alternatif, yaitu bentuk menyamping dan bentuk numbak. Bentuk menyamping mempunyai kelemahan yaitu kecepatan datang kearah lurus menjadi lebih besar daripada ke arah samping, sehingga jika diterapkan sistem proporsional kurang akurat. Sedangkan bentuk numbak mempunyai kelebihan yaitu kecepatan datang aliran untuk setiap bangunan adalah sama. Bentuk bangunan numbak dibangun pada saluran sekunder dan subsekunder. Tujuan penelitian ini adalah dengan membuat prototipe untuk mendapatkan nilai perbandingan debit yang dialirkan pada saluran-saluran di bangunan bagi proporsional tipe numbak. Beberapa parameter uji dan cara pengamatan meliputi debit masuk, debit di masing-masing saluran, dimensi ambang ukur yang digunakan, validitas pembagian air pada kondisi aliran bebas dan aliran tenggelam. Berdasarkan pengujian hidrolis bangunan bagi proporsional dengan kondisi aliran bebas dan aliran tenggelam, bangunan bagi proporsional dalam KP-04 dapat membagi debit sesuai dengan rencana. Pada pengujian untuk aliran tenggelam didapat bahwa pembagian air secara proporsional akan terganggu pada debit rendah namun tidak berpengaruh pada debit besar.


Kata Kunci


bangunan bagi sadap; debit proporsional; perbandingan debit setiap saluran

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Balai Irigasi, Puslitbang Sumber Daya Air, 2006. Panduan Praktikum Mekanika Fluida dan Hidrolika (MFH). Bekasi.

Balai Irigasi, Puslitbang Sumber Daya Air, 2011. Panduan Pengujian Laboratorium Hidrolika. Bekasi.

Balai Irigasi, Puslitbang Sumber Daya Air, 2011. Laporan Akhir Model Sistem Pengelolaan Irigasi Terputus dengan Otomatisasi . Bekasi.

Balai Irigasi, 2004. Buku Panduan Pengujian Mekanika Fluida dan Hidroloika ( Indoor), Bekasi.

Chanson, Hubert. 1999. The Hydraulics of Open Channel Flow. London.

Direktorat Jenderal Pengairan, Departemen Pekerjaan Umum, 1986. “Standar Perencanaan Irigasi - Kriteria Perencanaan Bagian Jaringan Irigasi (KP-01). “ Jakarta.

Direktorat Jenderal Pengairan, Departemen Pekerjaan Umum, 1986. “Standar Perencanaan Irigasi - Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan (KP-04). “ Jakarta.

Direktorat Irigasi dan Rawa, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, 2010. “Standar Perencanaan Irigasi - Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan (KP-04). “ Jakarta.

Masaki Shimizu, Dr. 1999. Kamus Teknik Multi-Bahasa Bidang Irigasi dan Drainase Inggris- Indonesia, Jakarta.

Sutiyadi.Ir, 1991. Bangunan Pengukur Debit, dengan Kriteria semi Proporsional. Jakarta.


Statistik Tampilan

Sari : 762 kali
PDF : 4273 kali


DOI: http://dx.doi.org/10.31028/ji.v8.i1.24-34

Hak Cipta (c) 2013 Jurnal Irigasi



Jurnal Irigasi terindeks oleh:

 

Creative Commons License

Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hak Cipta Jurnal Irigasi, didukung oleh OJS.